PERTEMUAN DAN DIALOG INTERAKTIF

WhatsApp Image 2019-10-08 at 19.48.11WhatsApp Image 2019-10-08 at 19.42.16

 

Palangka Raya Selasa 8 Oktober 2019, Fakultas Pertanian dan Kehutanan melaksanakan pertemuan dan dialog interaktif antara Dekan Fakulltas Pertanian dan Kehutanan dengan seluruh mahasiswa semua angkatan. Maksud dan tujuan diadakan pertemuan adalah: 1. Silaturahmi dengan terpilihnya dekan baru periode 2019-2023 yang berawal dari kerja Senat Fakultas Pertanian dan Kehutanan sejak awal bulan september kemudian dilakukan verifikasi kelengkapan persyaratan pada tanggal 7 September 2019. Selanjutnya tanggal 9 September 2019 Senat melakukan pemilihan calon dekan dimana ada 2 calon yang memenuhi syarat untuk dipilih yaitu Siti Maimunah, S.Hut., M.P. yang merupakan petahana dekan periode sebelumnya dan Dr. Saijo, S.P., M.P. yang baru saja selesai studi program doktor di Institut Pertanian Bogor. Dalam pemilihan tersebut Dr. Saijo mendapat suara terbanyak, kemudian berita acara hasil pemilihan disampaikan kepada rektor selaku pimpinan tertinggi. Setelah menunggu beberapa waktu yang didahului rektor meminta pertimbangan kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah akhirnya secara resmi Rektor mengeluarkan SK. definitif Dr. Saijo sebagai Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan periode 2019-2023 dengan SK. No. 87/PTM.63.R/SK/C/2019. Mengawali awal tugas sebagai dekan Dr. Saijo yang merupakan Alumni S1 Fakultas Pertanian UMP, S2 Fakultas Pertanian UNLAM dan S3 Fakultas Pertanian IPB mengadakan pertemuan dan dialog interakif dengan seluruh mahasiswa Fakultas pertanian dan Kehutanan yang secara resmi dari 2 program studi berjumlah 213 orang. Tujuan yang kedua adalah memberikan motivasi, arahan dan pencerahan agar para mahasiswa lebih semangat & termotivasi dalam menjalani studi di Fakultas Pertanian dan Kehutanan sampai selesai/lulus. Acara pertemuan di pandu oleh Ibu Maryati, S.Hut., M.P. yang merupakan dosen program studi kehutanan. Sebelum pemaparan oleh dekan baru terlebih dahulu di ada kata sambutan dari ketua Senat Fakultas Pertanian dan Kehutanan Ir. Fitriadi Yusuf, M.P. pada sambutannya ketua senat mengapresiasi kegiatan awal bertugasnya dekan baru dan sekaligus menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Dr. Saijo sebagai dekan. Dalam sambutannya ketua senat menghimbau kepada seluruh mahasiswa agar lebih semangat dalam menempuh studi sehingga dapat lulus tepat waktu dan menjadi lulusan siap kerja. Pada sesi kedua adalah paparan dari Dekan yang beru terpilih Dr. Saijo. Dalam paparannya diawali dengan ucapan selamat datang kepada para mahasiswa calon-calon pemimpin. Dalam paparannya Dekan baru manyampaikan potret IPB sebagai perguruan tinggi 4 terbaik di Indonesia setelah UGM, ITB, UI dan IPB. IPB saat ini memiliki jumlah Profesor terbanyak di Indonesia yaitu 219 Profesor, sarana dan prasarana yang sangat lengkap untuk menunjang perkuliahan yang nyaman seperti ruang kuliah yang ber AC, Lab. lengkap, sarana olah raga, Masjid, aula seminar, lahan praktikum, lahan penelitian dan fasilitas penunjuan lainnya dan ditambah nuansa iklim akademik yang kondisif sehingga mahasiswa dari sabang sampai merauke senang kuliah di IPB. Dekan baru memaparkan keunggulan-keunggulan IPB agar mahasiswa fakultas pertanian terbuka wawasannya dan tumbuh gairah atau semangat untuk berstudi seperti di IPB. Fakultas pertanian dan kehutanan memiliki potensi yang cukup bagus saat ini sudah memiliki 2 program studi yang sudah terakreditasi B jumlah mahasiswa sebanyak 213 orang, kebun percobaan dan Penelitian, hutan pendidikan, Laboratorium dan semua kelas sudah terpasang LCD untuk proses pembejaran, tentu hal ini menjadi potensi yang layak dikembangkan terus lebih maju dimasa-masa mendatang. Dengan Potensi yang dimiliki saat ini dengan jumlah dosen 12 orang 2 orang bergelar doktor dan 10 master dan 90% sudah menyandang dosen profesional ditunjukkan dengan sudah menjadi dosen tersertifikasi oleh kemristekdikti. Pada pemaparannya dekan juga berharap agar mahasiswa faperhut bisa menjadi lulusan tercepat dan terbaik ditingkat fakultas maupun universitas sehingga lulusan sarjana pertanian dan sarjana kehutanan UMP menjadi contoh dimasyarakat baik kompetensi akademik maupun kemasyakatannya. Sesi terakhir adalah dialog interaktif. Mahasiswa dipersilahkan memberikan masukan, saran dan kritik terkait dengan kemajuan dan keberlanjutan Fakultas pertanian dan kehutanan kedepan. Dari dialog yang pandu oleh moderator Maryati, S.Hut. M.P. Mahasiswa cukup antausias terbukti dengan banyaknya mahasiswa yang memberikan pertanyaan kritik maupun saran yang bersifat membangun dan berharap agenda pertemuan dan dialog dapat secara rutin dilakukan setiap tahun diawal semester.

Kolaborasi kegiatan Penelitian HCVF di Perusahaan Besar Swasta (Perkebunan)

 

 

IMG20190301133501 IMG20190301131621

IMG20190301095902 IMG20190301095854

IMG20190301093828 IMG20190301091205

Indonesia memiliki tantangan serius untuk mengatasi kerusakan lingkungan karena berbagai pemicu. Melalui  proyek “Penguatan Perencanaan dan Pengelolaan Hutan di luar kawasan hutan di Kalimantan (KalFor)”, Pemerintah Indonesia, yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan UNDP dan GEF untuk mengatasi penyebab kerusakan lingkungan tersebut, khususnya untuk mencegah makin bertambahnya deforestasi melalui perencanaan, pengelolaan dan monitoring hutan-hutan yang ada di areal penggunaan lain (APL).

Indonesia perlu menciptakan keseimbangan pengelolaan hutan yang lebih baik, yang memenuhi aspek sosial, ekonomi, dan ekosistem. Salah satu upaya yang  sedang dilaksanakan adalah memperkuat perencanaan alokasi dan pengelolaan lahan hutan yang lebih efektif, khususnya di lahan-lahan penggunaan lain yang mempunyai hutan dengan keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem yang tinggi. Beberapa program telah dilaksanakan salah satu salah satu nya adalah proyek Hearth of Borneo di Kalimantan. Proyek KalFor adalah upaya lain yang dilakukan pemerintah melalui kegiatan yang bertujuan untuk (i) mengarusutamakan jasa ekosistem hutan dan pertimbangan keanekaragaman hayati ke dalam kebijakan nasional dan provinsi dan proses pengambilan keputusan untuk perencanaan dan pengelolaan hutan di luar kawasan hutan, (ii) mengembangkan dan mendemonstrasikan strategi untuk integrasi perencanaan pengelolaan hutan dan konservasi dengan di areal penggunaan lain dan atau lahan perkebunan di 4 (empat) kabupaten di Kalimantan, (iii) melakukan pengujian / demonstrasi mekanisme insentif yang inovatif untuk mengurangi deforestasi yang terkait dengan sektor perkebunan, dan (iv) melakukan manajemen pengetahuan dan evaluasi pemantauan.

Untuk memastikan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakanoleh proyek Kalfor nantinya dapat berjalan dengan baik, terutama di Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah , dipandang penting untuk melakukan kegiatan sosialisasi kegiatan Kalimantan Forest Project kepada pemerintah kabupaten serta melakukan diskusi melalui Focus Group Discussion yang melibatkan para pihak khususnya di Kabupaten Kotawaringin Barat  dan dan Provinsi Kalimantan Tengah  dengan tema “Menjaga Hutan di Areal Peruntukan Lain (APL)” yang merupakan inti dari kegiatan proyek ini. Sosialisasi ini merupakan bagian dari PADIATAPA proyek di Kabupaten Kotawaringin Barat   guna menjamin inklusivitas, kepemilikan dan keberlanjutan.

Tujuan

  • Koordinasi dan sosialisasi kegiatan serta pengelolaan proyek Kalfor di Kabupaten Kotawaringin Barat melalui kunjungan kepada Bupati Kotawaringin Barat serta jajarannya
  • Diskusi kondisi existing kebijakan pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan
  • Menjaring informasi keterlibatan para pihak dalam menjaga hutan di APL melalui pemetaan stakeholder baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Output yang diharapkan:

  • Tersosialisasikannya kegiatan proyek Kalfor di Kabupaten Kotawaringin Barat
  • Kondisi existing kebijakan pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan
  • Peta stakeholder dalam pengelolaan hutan di APL

 

 

IMG20190301091154 IMG20190301080105 IMG20190301075909 IMG20190301075833 IMG20190301075824

Kolaborasi Riset MSU UMP UPR disupport oleh USAID LESTARI

 

 

 

 

IMG-20190303-WA0089 IMG-20190303-WA0067

Kegiatan dilaksanakan mulai Feb 2019 di Desa Gohong, Buntoi dan Garung dengan aktivitas disesuaikan dengan kondisi lingkungan desa yaitu kegiatan silvofishery di Gohong, Grafting karet di Buntoi dan Hidroponik di Garung. Kegiatan penggalian data hingga pelatihan dilaksanakan pada 23-24 Feb 2019, penggalian informasi matapencaharian pada 2-3 Maret 2019 dan kegiatan selanjutnya pelatihan di setipap desa dilakukan 16-17 Maret 2019.

 

IMG-20190303-WA0051 IMG-20190303-WA0050 IMG-20190303-WA0036 IMG-20190302-WA0061 IMG-20190302-WA0057 IMG20190302151016 IMG20190302150459 IMG20190302143257 IMG-20190302-WA0015 IMG-20190302-WA0013 IMG20190302114812 IMG20190302113127 IMG20190302112943 IMG20190302112645 IMG_20190302_111756 IMG-20190302-WA0009 IMG-20190228-WA0079

Workshop HCVF di Kab. KOBAR bersama UNDP & Dirjen PKTL KLHK

IMG20190228100900 IMG20190228102014

Indonesia memiliki tantangan serius untuk mengatasi kerusakan lingkungan karena berbagai pemicu. Melalui  proyek “Penguatan Perencanaan dan Pengelolaan Hutan di luar kawasan hutan di Kalimantan (KalFor)”, Pemerintah Indonesia, yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan UNDP dan GEF untuk mengatasi penyebab kerusakan lingkungan tersebut, khususnya untuk mencegah makin bertambahnya deforestasi melalui perencanaan, pengelolaan dan monitoring hutan-hutan yang ada di areal penggunaan lain (APL).

 

Indonesia perlu menciptakan keseimbangan pengelolaan hutan yang lebih baik, yang memenuhi aspek sosial, ekonomi, dan ekosistem. Salah satu upaya yang  sedang dilaksanakan adalah memperkuat perencanaan alokasi dan pengelolaan lahan hutan yang lebih efektif, khususnya di lahan-lahan penggunaan lain yang mempunyai hutan dengan keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem yang tinggi. Beberapa program telah dilaksanakan salah satu salah satu nya adalah proyek Hearth of Borneo di Kalimantan. Proyek KalFor adalah upaya lain yang dilakukan pemerintah melalui kegiatan yang bertujuan untuk (i) mengarusutamakan jasa ekosistem hutan dan pertimbangan keanekaragaman hayati ke dalam kebijakan nasional dan provinsi dan proses pengambilan keputusan untuk perencanaan dan pengelolaan hutan di luar kawasan hutan, (ii) mengembangkan dan mendemonstrasikan strategi untuk integrasi perencanaan pengelolaan hutan dan konservasi dengan di areal penggunaan lain dan atau lahan perkebunan di 4 (empat) kabupaten di Kalimantan, (iii) melakukan pengujian / demonstrasi mekanisme insentif yang inovatif untuk mengurangi deforestasi yang terkait dengan sektor perkebunan, dan (iv) melakukan manajemen pengetahuan dan evaluasi pemantauan.

 

 

IMG_20190228_140904 IMG_20190228_141549   IMG_20190228_142545 IMG_20190228_141859

Untuk memastikan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakanoleh proyek Kalfor nantinya dapat berjalan dengan baik, terutama di Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah , dipandang penting untuk melakukan kegiatan sosialisasi kegiatan Kalimantan Forest Project kepada pemerintah kabupaten serta melakukan diskusi melalui Focus Group Discussion yang melibatkan para pihak khususnya di Kabupaten Kotawaringin Barat  dan dan Provinsi Kalimantan Tengah  dengan tema “Menjaga Hutan di Areal Peruntukan Lain (APL)” yang merupakan inti dari kegiatan proyek ini. Sosialisasi ini merupakan bagian dari PADIATAPA proyek di Kabupaten Kotawaringin Barat   guna menjamin inklusivitas, kepemilikan dan keberlanjutan.

FB_IMG_1551361298371

Project Kalfor di Kalteng dipusatkan di Kab. Kotawaringin Barat dan Fapertahut UM Palangkaraya sebagai pelaksananya. Kegiatan telah dilaksanakan sejak 2018. Pada 27-28 Feb 2019 dilaksanakan workshop untuk menggali data sekunder.

IMG20190228091621FB_IMG_1551361303971

Tujuan

  • Koordinasi dan sosialisasi kegiatan serta pengelolaan proyek Kalfor di Kabupaten Kotawaringin Barat melalui kunjungan kepada Bupati Kotawaringin Barat serta jajarannya
  • Diskusi kondisi existing kebijakan pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan
  • Menjaring informasi keterlibatan para pihak dalam menjaga hutan di APL melalui pemetaan stakeholder baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

 

Output yang diharapkan:

  • Tersosialisasikannya kegiatan proyek Kalfor di Kabupaten Kotawaringin Barat
  • Kondisi existing kebijakan pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan
  • Peta stakeholder dalam pengelolaan hutan di APL

 

« Older Entries